• Tentang Kami
  • Kontak
  • Daftar Pustaka
  • Berlangganan Artikel

  • Home
  • Keterampilan
  • Resep masakan dan Kue
  • Kesehatan
  • Cantik
  • Tips Pintar
  • Komputer dan Internet
  • Pengetahuan dan Informasi
Showing posts with label Organisasi. Show all posts
Konsep Kekuasaan Dalam Organisasi

Adalah sangat sulit untuk menentukan konsep tentang kekuasaan atau “kuasa” dalam organisasi.
“David C. Mc. Cleland” dalam bukunya Two Faces of Power menyangkut hal ini dengan menyebutkannya terdapat dua muka dari kekuasaan yaitu : A Negative Face ( sisi negatif ) dan A Positif Face ( sisi positif )

Sisi Negatif  : mengandung pengertian bahwa dalam mempunyai kekuasaan terdapat orang lain dengan prinsip If Win You Lose dengan angapan bahwa orang lain berada pada posisi yang lebih lemah.

Sisi Positif  : merupakan tanda yang memberikan perhatian kepada pencapaian tujuan kelompok dan membantu menemukan dan merumuskan sebagai tujuan. Pengaruh dimaksudkan On Behalf of Reather Than Over Other yaitu penggunaan pengaruh “atas nama” dan bukan pengaruh “atas nama” dan bukan “diatas” orang lain 
Norman H. Martin dan Johr H. Sims dalam bukunya "Power Tactics” menekankan kepada subjek bagaimana suatu kekuasaan itu dapat dipergunakan secara nyata oleh manajer.
Seorang manajer akan sukses menggunakan kekuasaannya bila menggunakan taktik kekuasaan sebagai berikut :
      l.  Memberikan nesihat / bermunsyawarah (  Taking Counsel )
Yaitu membrikan advise kepada bawahannya bila membuat keputusan yang kurang baik dan bukan menyalahkan.
      2. Bersekutu ( Alliances )
          Manajer dao bawahannya harus berada pada front yang sama dan bukan berbeda.
      3. Mampu Menggerakan ( Maneuverability )
Seorang manajer harus siap untuk menyesuaikan secara lembut ( smoothly ) terhadap perubahan-perubahan utama dalam kebijaksanaan maupun perencanaan - perencanaan organisasi.
       4. Mampu Berkomunikasi ( Communication )
Memberikan informasi dan berkomunikasi yang terlalu banyak kepada bawahan bukanlah suatu kebiasaan yang baik Informasi yang disampaikan adalah informasi yang seharusnya disampaikan.
      5. Kompromi ( Compomising )
          Manajer harus dapat kompromi sedemikian rupa, misalnya dalam panekanan.
      6. Solusi Negatif ( Negative Solution )
Seringkali seorang manajer mengajukan usulan ( proposal ) yang kurang disetujui oleh bawahanya. Akan tetapi tidak perlu untuk menunjukan “ketidaksenangan”, kadangkala hal tersebut dikarenakan waktu yang tidak tepat ( negative time ).
Suatu organisasi baik baik yang berorientasi kepada kepentingan sosial (Social Motives) maupun organisai yang berorientasi kepada laba (Profit Motives) pasti mempunyai tujuan yang akan dicapai, dimana penetapan tujuan tersebut lebih dahulu diformulasikan dalam bentuk perencanaan yang matang.

Keberhasilan dalam mencapai tujuan tersebut identik dengan keberhasilan organisasi dimasa depan. Keberhasilan masa depan dalam era globalisasi,seperti yang terjadi di negara – negara maju terletak pada kemampuan manajemen dalam mengelola organisasi, tingginya produktivitas, kemampuan perusahaan dalam beradaptasi dengan lingkungan serta yang tak kalah pentingnya dalam kemampuan dalam pengelolaan sumber daya manusia dengan cara yang paling tepat.

Organisasi
Kesatuan sosial yang dirahkan dengan tujuan dan dibentuk dengan penuh pertimbangan. Entitas sosial merupakan dua orang atau lebih, diarahkan dengan tujuan (dirancacng untuk mencapai output tertentu).

Pentingnya Organisasi dan Manajemen Organisasi
      └>Distrukturisasi dan diintegrasinya aktivitas maksudnya orang – orang yang bekerja atau bekerja sama dalam hubungan interdependen.
Adapun Pengertian Organisasi yaitu sebagi berikut :
1.      Kelompok manusia yang memiliki suatu tujuandan berorientasi pada sasaran.
2.      Sistem – sistem  psikososial, dimana terlihat manusia bekerja dalam kelompok– kelompok
3.      Sistem – sistem teknologikal, dimana manusia menggunakan pengetehuan – pengetahuan dan teknik.
4.      Suatu integrasi kegiatan – kegiatan yang terstruktur dimana manusia bekerja sama.

 Ditulis: Rio Rizky

Untuk mengelola organisasi secara efektif dan efisien sangat berkaitan erat dengan usaha pengkoordinasian berbagai kegiatan yang paling berbeda kemudian diarahkan kepada fokus tujuan yang telah disepakati. Terdapat dua hal yang.harus diperhatikan agar pengelolaan organisasi dapat berhasil. Kedua hal ini merupakan hal yang prinsip dalam mengelola organisasi; Pertama, prinsip pengelolaan ( prinsip manajemen ) yaitu bagaimana memimpin orang-orang, serta Kedua, prinsip mengorganisasi kegiatan yang menyangkut orang-orang yang dipimpin tersebut ( prinsip organisasi ). Kedua prinsip tersebut saling memperkuat dan manpunyai dasar yang sama dalam pengelolaan kerja kelorpok individu yurg terlibat dalam suatu organisasi.

Untuk melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan dalam membawa organisasi mencapai tujuan diperlukan prinsip - prinsip kepemimpinan. Banyak para ahli terdahulu yang mencoba untuk memformulasikan  bagaimana prinsip - prinsip dasar yang harus dilakukan agar suatu organisasi dapat berjalan sesuai dengan keinginan. Diantara prinsip-prinsip tersebut yang merupakan sumbangan abadi hingga saat ini adalah yang diungkapkan oleh seorang Prancis bernama Hendry Fayol. Hendry Fayol yang berangkat dari praktisi sebagai manajer sebuah perusahaan batu bara besar.

        Menurut  Fayol tidak diperlukan aturan yang kaku dalam kegiatan kerja, karena kelayakan dalam suatu prinsip pada situasi tertentu merupakan  seni (Art) dari manajemen. Prinsip - prinsip yang dikemukakan  Fayol adalah hasil dari penglamannya selama bekerja. Pada tahun 1929, Fayol mengemukakan 14 prinsip manajemen yang
diangkat dari pengalamannya sendiri dimana akan menuntun para manajer dalam mengelola organisasi. Dan 14 prinsip menurut Fayol ialah sebagai berikut :

1.     Pembagian Kerja ( Division of Work )
Setiap pekerjaan sebaiknya dibagi dan dibagi lagi kedalam elemen paling kecil untuk memperoleh keunggulan dari spesialisasi.

2.     Keseimbangan Wewenang  dan Tanggung Jawab (Authortty and Responsibihty )
Setiap pegawai tetap ( reguler employee ) sebaiknya diberi delegasi wewenang yang cukup untuk melaksanakan berbagai tanggung jawab penugasan pekerjaan.
3.     Disiplin Karyawan (Discipline)
Seharusnya mematuhi apapun perjanjian yang ada, yang dinyatakan secara jelas diantara mereka dan organisasi, manajer sebaiknya memberi sanksi yang adil atas seluruh kejadian pelanggaran disiplin.

4.     Kesatuan Perintah (Unity of Command)
Karyawan sebaiknya menerima perintah dari dan bertanggung jawab hanya kepada satu atasan.

5.    Kesatuan Arah (Unity of Direction)
Aktivitas-aktivitas yang memiliki tujuan sama sebaiknya dikelompokkan bersama dan beroperasi dibawah rencana yang sama.

6.    Mengebawahkan Kepentingan Individu Terhadap Kepentingan umum, 
Kepentingan organisasi  Lebih  Diutamakrn Diatas Kepentingan Individu ( Subordination Of Individual Interest To The Common Goal )

7.   Pembayaran Gaji ( Remuneretion )
Pembayaran gaji yang adil, pembayaran seharusnya didasarkan pada pencapaian sasaran penugasan pekerjaan.

8.   Sentralisasi ( Centralization )
Wewenang seharusnya didelegasikan seimbang dengan tanggung jawab.

9.   Rantai Skalar ( The Hierarchy )
Sebuah rantai perintah yang tidak terputus - putus seharusnya ada melalui semua pengarahan dan aliran komrmilasi.

10. Perintah ( 0rder )
Setiap pekerjaan seharusnya didefinisikan dengan jelas sehingga pegawai tetap         (reguler employee) memahami perintah tersebut dan hubungannya dengan pekerjaan lain.

11. Kesamaan Perlakuan ( Equity )
peraturam dan perjanjian yang dibuat harus diselenggarakan secara terbuka.

12. Stabilitas Personalia ( Stability of Staff )
Tingkat perputaran tenaga kerja (labor turnover) tidak menguntungkan organisasi, dan mereka seharusnya mempunyai komitmen yang lama.

13. Inisiatif ( Initiative )
Karyawan sebaiknya didorong untuk berani membuat keputusan didalam batas – batas wewenang yang dideligasikan kepadanya, walaupun beberapa esalahan mungkin akan terjadi.

14. Semangat Korp ( Esprit de corps )
Karyawan sebaiknya didorong untuk mendefinisikan kepentingannya dengan kepentingan organisasi dan dengan demikian mencapai kesatuan kekuatan yang tercermin dari “persatuan adalah kekuatan organisasi”.

 
Older Posts Home
#Info : Percetakan Palembang
  • membuat kotak kado bentuk hati
    Alat dan bahan : • Kertas hard board • Kertas concorde • Kertas kado • Lem putih • Lem tembak • Selotip • Pita • Gunting • Cutter ...
  • Negara dan Konstitusi
    Penulis : Rio Rizky Secara umum negara dan konstitusi merupakan dua lembaga yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Bahkan, setelah aba...
  • Keterampilan - Membuat kotak cincin
    Alat dan bahan : • Kertas hardboard • Kertas concorde atau kertas HVS • Kertas warna coklat • Lem putih • Lem tembak • Selotip • Bu...
  • Membuat kotak kado segi empat
    Alat dan bahan : • Kertas hardboard • Kertas concorde • Kertas warna • Lem putih • Lem tembak • Selotip • Double tape • C...
  • Membuat Antaran Pengantin - Cara Membuat Cumi - cumi dari Pakaian Dalam
        Bahan: • Lingerie (Pakaian dalam wanita) • Jarum pentul • Pita • Mata boneka dan plastik • Kain felt untuk hidung Cara membentuk...
  • Membuat kotak kemasan buku
    Alat dan bahan : • Kertas hardboard • Kertas warna, 2 warna berbeda • Lem putih • Lem tembak • Selotip • Gunting • Cutter • Pita ...
  • membuat kotak wadah pensil
    Alat dan bahan : • Kertas hardboard • Kertas concorde hitam • Kertas warna • Lem putih • Lem tembak • Selotip besar • Gunting • Cutt...
  • Perusahaan Dagang
    Ditulis Oleh: Rio Rizky Pengertian Perusahaan Dagang Perusahaan Dagang adalah perusahaan yang bergerak dibidang membeli dan menjual bar...
  • Membuat kotak kebaya
    Alat dan bahan : • Kertas hardboard • Kertas concorde atau kertas HVS • Kertas warna emas • Lem putih • Lem tembak • Double tape • Se...
  • Membuat kotak kado bertali
    Alat dan bahan : • Kertas hardboard • Kertas HVS • Kertas warna pink • Lem putih • Lem tembak • Selotip besar • Tali ...
2010 Sejuta Tutorial. All rights reserved.
Designed by Huy Dinh Quang