Pengalaman yang sering terjadi
pada usaha koordinasi dalam suatu organisasi
adalah terjadinya perbedaan
antar sudut pandang dan cara yang berbeda dalam
mancapai tujuan. Perbedaan ini
merupakan awal dari terjadinya pertentangan.
Sebagai usaha untuk menciptakan
koordinasi yang efektif dapat dilakukan usaha
pendekatan dengan melihat
mekanisme dari koordinasi. Stoner dalam bukunya
" Management " hal.
246 - 247 mangemukakan paling tidak terdapat empat
pendekatan yang dapat dilakukan
oleh manajer untuk mencapai koordinasi yang
efektif, yaitu Hierarki
manajerial, komunikasi antarbagian (interdepartemental
communicalion ) dan hubungan antar individu ( Liaison individuals ).
l. Hirarki Manejerial ( Managerial Hierarchy )
Cara lama yang sering dilakukan untuk
menghentikan konflik adalah dengan menggunakan rantai komando dalam organisasi
( organization’s chain of command ) apabila beberapa orang pekerja mempunyai
hubungan pekerjaan yang tidak sependapat ( Disagreement ) mereka menghubungi
pimpinannya ( manajer ) untuk mengetahui keputusan tentang kebijakan
perusahaan.
2. Komunikasi Antar
Bagian ( Interdepartemental Communication )
Komunikasi antara para manajer terhadap bagian – bagian yang berbeda ( Lateral
) adalah merupakan bentuk integrasi dalam kehidupan suatu organisasi.
Apabila terjadi komunikasi yang efektif dari para manajer secara horizontal ( dalam
level yang sama ) hal tersebut merupakan sumbangan utama untuk menciptakan bentuk
koordinasi yang efektif. Komunikasi ini biasanya menyangkut hal yang berada diluar
formulasi kebijaksanaan. ( lebih bersifat informal). Misalnya manajer bagian
penjualan dapat mengkoordinasikan tujuan bagian penjulan dengan departertemen
produksi.
3. Kepanitiaan
( committee )
Koordinasi antar bagian dapat dijadikan sebagai
landasan dasar dangan membuat bentuk secara formal misalnya dengan mengadakan pertemuan
berkala ( operational meeting ) yang murupakan kepanitiaan ( committee ) dari “panitia
opcrasi”. Misalnya suatu point kendala koordinasi dicatat kemudian diinformasikan
kembali oleh bagian yang bersangkutan pada meeting berikutnya baik penyebab maupun
tindak lanjut penyelesaiannya.
Bentuk komite ini terdapat dari :
o Generel Menagenent
Committee
Yaitu komite yung beranggotakan senior
manajer, seringkali para manajer ini mempunyai sisi pandang yang berbeda
tentang keputusan yang sama. Tugas dari komite ini adalah penetapan tujuan perusahaan
dihubungkan dengan berbagai tujuan organisasi secara keseluruhan dan pola
pengawasan operasi dari kegiatan bagian yang beraneka ragam.
o Komlte yang berhubungan dengan spesial area (Committee daeling with
special area)
Komite ini menggambarkan mekanisme
pekerjaan yang berada pada lower – level executives ( pelaksana tingkat bawah ) dengan ide – ide
mereka yang akan dibawa ke tingkat operasional
meeting manajemen yang lebih tinggi, termasuk ke manajemen puncak.
o Penghubung individual( Laison Individual )
Tugas utama dari Laison ini adalah
membantu para manajer untuk maningkatkan koordinasi secara lebih efektif.
Mereka menyediakan alat komunikasi antara bagian ( departemen ) dan menjelaskan
aturan yang spesifik dan berperan pada setiap pertemuan (meeting ) operasi
perusahaan. Laison ini biasanya terdiri dari manajer produksi, koordinator
pelanggan ( costomers coordinator ) yaitu merupakan wakil perusahaan dalam
pelayanan pelanggan, serta para manajer proyek.
l. The Relevan Set ( Kelompok yang saling
berkaitan )
Kelompok-kelompok yang saling berkaitan
ini sering disebut dengan “the organizational set” yang terdiri dari semua
komponen yang terdapat dalam suatu organisasi yaitu manajer, para karyawan, group
termasuk individu yang terikat didalammnya berikut prilakunya. Organizational
set saling berinteraksi dalam kegiatan mencapai tujuan perusahaan.
2. Some Uniquenesses( Keunikrn mesing - mesing
kelompok)
Banyak orang berpendapat bahwa tujuan
suatu kelompok atau bagian dalam suatu organisasi dapat berhasil karena adanya manajemen
yang efektif, dalam arti bagaimana mengarahkan prilaku kelompok yang ada didalamnya
untuk mencapai tujuan yang sama. Akan tetapi usaha koordinasi dalam kelompok yang
berbeda – beda sangat sulit untuk dilaksanakan. Masing – masing kelompok dalam organisasi
mempunyai interes individu, misalnya kelorrpok yang berbeda pada grup satu dan
dua saling berhubungan akan tetapi berada dalam bagian yang berbeda.
Masing-masing group / kelompok mempunyai budaya yang unik dalam rnencapai
tujuan perusahaan.
Jadi, tujuan dari para manajer tidak hanya
mengarahkan anggota organisasi tapi mengarahkan prilaku anggota / kelompok
untuk bersama-sama dalam mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Hambatan-Hembatan
Usaha Koordinasi yang Efektif
Paul R.
Lawrence dan Jay W.W. Lorch yang
dikutip James A.F. Stoner dalam bukunya " Management " mengemukakan bahwa terdapat empat tipe perbedaan
dalam sikap dan prilaku bekerja dari individu dan departemen dalam suatu
organisasi yang akan menghambat tugas pengkoordinasian yang efektif yaitu :
1. Perbedean dalam
orientasi tujuan ( Differences in orientation
toward
particular
goals )
Anggota-anggota dari departemen yang
berbeda mengembangkan pandangan mereka sendiri tentang bagaimana caranya untuk
mancapai kepentingan organisasi dengan cara yang lebih baik. Misalnya, bagian penjualan
menganggap keanekaragaman produk lebih penting dari peningkatan kualitas, bagian
keuangan menganggap bahwa pengendalian biaya merupakan hal yang lebih penting
serta berbagai anggapan lain yang memicu suatu konflik
2. Perbedaan dalam orientesi waktu ( Differences in time orientation )
Pandangan orientasi waktu ini juga akan
mempersulit usaha koordinasi, misalnya bagian pemasaran menghendaki agar segera
dilakukan produksi, bagian produksi masih memerlukan waktu untuk set-up mesin
dan bagian penjualan masih meminta waktu yang relative lama untuk finalisasi
pengembangan produk
3. Perbedaan
orientasi antar pribadi / kelompok ( Differences
in
interpersonal
orientation )
Kegiatan produksi memerlukan komunikasi
dan pambuatan keputusan yang " segera " agar prosesnya lancar.
Sedangkan kelompok pada bagian litbang ( R & D ) mengatakan " biarkanlah
kami yang melakukan itu " dan bertindak lebih santai dan personal yang
terlibat didalamnya masih berdiskusi dan saling mengemukakan pendapatnya.
4. Perbedaan dalam formalitas bagian organisasi (Differences in formality of structure)
Setiap bagian-bagian dalam organisasi
mungkin mempunyai metode – metode dan standar yang berbeda untuk mengevaluasi
program tujuan dan imbalan jasa bagi karyawannya. Pada departermen produksi kuantitas
dan lualitas diawasi secara ketat dan bidang pekerjaannya lebih berat. Sedangkan
pada departemen personalia standar pelaksanaannya lebih longgar dan sifat
pekerjaannya lebih ringan.
Hambatan - hambatan merupakan
suatu symptom ( gejala ) yang berpotensi menimbulkan inkoordinasi (
ketidakpaduan ) dan dapat menimbulkan konflik
Catatan Rio
Suatu organisasi bisnis diharapkan akan berjalan
secara efektif organisasi yang tidak mampu untuk berkembang identik dengan
ketidakmampuan manajer dalam membimbing laju organisasi dan kondisi seperti itu
organisasi disebut berada dalam keadaan " Under Manage ". Tidak ada
satu tujuan pun yeng dapat diharapkan tercapai dari organisasi seperti itu. Semua
bagian yang merupakan tubuh organisasi tidak dapat berfungsi sebagai mana
mestinya malah ada kecendrungan menghambat organisasi dalam mencapai target
tujuan yang telah ditetapkan. Salah satu usaha manajemen adalah berusaha mengintegrasikan
semua potensi dalam
organisasi agar dapat terintegrasi pada satu tujuan
yang telah disepakati. Kegiatan-kegiatan dalam satuan yang terpisah baik secara
individu, kelompok maupun bidang – bidang kerja harus dikoordinasi untuk
mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Pengertian
Koordinasi
Menurut Duncan dalam bukunya "organizational behavior"
.Koordinasi adalah pengarahan yang efektif terhadap tindakan – tindakan individu
muapun kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan (coordituting is
the direction of individual and group actions toward some desirable goal ).
Menunt James A.F. Stoner dalam bukunya “ Management “
Koordinasi adalah proses pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan
pada satuan yang terpisah ( Department /
bidang fungsional ) dan memimpin
hubungan antar organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien.
Jadi, kegiatan seorang manajer dalam usaha koordinasi
menyangkut dua sisi yaitu : memimpin hubungan baik antar kelompok dalam
organisasi ( Managing intergroup relations
) dan memimpin hubungan antar bagian yang sejajar dalam suatu organisasi (
Managing lateral relations in organizations )
Konsep Kekuasaan Dalam Organisasi
Adalah sangat sulit untuk menentukan konsep tentang kekuasaan
atau “kuasa” dalam organisasi.
“David C. Mc. Cleland” dalam
bukunya Two Faces of Power menyangkut
hal ini dengan menyebutkannya terdapat dua muka dari kekuasaan yaitu : A
Negative Face ( sisi negatif ) dan A Positif Face ( sisi positif )
Sisi Negatif : mengandung pengertian bahwa dalam mempunyai kekuasaan terdapat orang lain dengan prinsip If Win You Lose dengan angapan bahwa orang lain berada pada posisi yang lebih lemah.
Sisi Positif : merupakan tanda yang memberikan perhatian kepada pencapaian tujuan kelompok dan membantu menemukan dan merumuskan sebagai tujuan. Pengaruh dimaksudkan On Behalf of Reather Than Over Other yaitu penggunaan pengaruh “atas nama” dan bukan pengaruh “atas nama” dan bukan “diatas” orang lain
Sisi Positif : merupakan tanda yang memberikan perhatian kepada pencapaian tujuan kelompok dan membantu menemukan dan merumuskan sebagai tujuan. Pengaruh dimaksudkan On Behalf of Reather Than Over Other yaitu penggunaan pengaruh “atas nama” dan bukan pengaruh “atas nama” dan bukan “diatas” orang lain
Norman H. Martin dan Johr H. Sims dalam bukunya "Power
Tactics” menekankan kepada subjek bagaimana suatu kekuasaan itu dapat dipergunakan
secara nyata oleh manajer.
Seorang manajer akan sukses menggunakan kekuasaannya
bila menggunakan taktik kekuasaan sebagai berikut :
l. Memberikan nesihat /
bermunsyawarah ( Taking Counsel )
Yaitu
membrikan advise kepada bawahannya bila membuat keputusan yang kurang baik dan bukan
menyalahkan.
2. Bersekutu ( Alliances
)
Manajer dao bawahannya harus berada pada front yang sama
dan bukan berbeda.
3. Mampu Menggerakan ( Maneuverability
)
Seorang
manajer harus siap untuk menyesuaikan secara lembut ( smoothly ) terhadap perubahan-perubahan utama dalam kebijaksanaan
maupun perencanaan - perencanaan organisasi.
4. Mampu Berkomunikasi ( Communication
)
Memberikan
informasi dan berkomunikasi yang terlalu banyak kepada bawahan bukanlah suatu
kebiasaan yang baik Informasi yang disampaikan adalah informasi yang seharusnya
disampaikan.
5. Kompromi ( Compomising
)
Manajer harus dapat kompromi sedemikian rupa, misalnya dalam
panekanan.
6. Solusi Negatif ( Negative
Solution )
Seringkali
seorang manajer mengajukan usulan ( proposal ) yang kurang disetujui oleh
bawahanya. Akan tetapi tidak perlu untuk menunjukan “ketidaksenangan”, kadangkala
hal tersebut dikarenakan waktu yang tidak tepat ( negative time ).
Catatan Rio
Faktor – faktor yang mempengaruhi seseorang menerima wewenang
antara lain ialah sebagai berikut :
a.
Adanya keyakinan bahwa jika yang menerima perintah tadi
maka kerja sama da-
lam
organisasi akan menjadi lebih baik dan tujuan organisasi dapat lebih mudah
dicapai. Dengan demikian tujuan pribadi turut pula tercapai
b. Adanya
reward ( balas jasa ) yang diharapkan baik bersifat materil maupun im-
materil.
c.
Karena takut untuk diasingkan dari pergaulan masyarakat
(dapat dianggap Social
Motivation Power)
d. Mengelakkan
tanggung jawab yang lebih besar
e.
Adanya standar moral yaitu menerima perintah tersebut
sebagai suatu kewajiban
f.
Disebabkan adanya rasa kagum dan hormat terhadap
kepribadian seserorng.
a.
Saluran komunikasi harus jelas
b. Penyaluran
perintah itu harus melalui saluran komunikasi yang tepat
c.
Saluran komunikasi harus bersifat sependek mungkin
d. Kesanggupan
/ kemampuan orang yang menyalurkan komunikasi harus terjamin
dalam pengertian data menyalurkan dengan
baik.
e.
Tidak ada kemungkinan timbulnya gangguan didalam
penyaluran perintah itu.
Catatan Rio
Catatan Rio
a. Aspek Person / Subjektif
yaitu
tersedianya seseorang untuk menerima perintah yang ditujukan. Kesediaan seseorang
menerima perintah atasan harus mematuhi syarat sebagai berikut :
− Ia dipercayai bahwa
perintah tidak bertentangan dengan tujuan organisasi
maupun pribadi.
− Secara fisik dan
mental dia sanggup menjalankan perintah tersebut
− Adanya zone of
indeferent dimana order yang diberikan tanpa ragu – ragu /
membingungkan
b. Aspek Objektif
Dimana
cara ini tidak menyangkut aspek pribadi yaitu sifat atau karakter dari pada
suatu perintah yang diberikan sedemikian rupa sehingga mungkin dapat dijalankan
orang lain maka pemberian perintah tersebut harus diberikan syarat – syarat
tertentu agar sifat dan perintah yang diberikan itu memungkinkan dapat diterima
/ dijalankan.
Catatan Rio
Wewenang
Wewenang – Pengambilan
Keputusan
Yakni menurunkan wewenang berdasarkan rantai komando
Pendelegasian Wewenang dan Komunikasi
1. Pendapat – pendapat ahli :
H. Koontz
Wewenang / Authority Kekuatan /
Kewajiban adalah kekuatan untuk
memerintah orang lain agar orang tersebut bersedia melaksanakan atau tidak
melaksanakan suatu kegiatan tertentu sesuai kehendak yang mempunyai kekuatan
sehingga tujuan organisasi itu bisa tercapai.
A. Simon
Menekankan pada masalah pengambilan
keputusan dimana wewenang adalah kekuasaan untuk membuat keputusan yang dapat
mengendalikan tindakan – tindakan orang lain. Sedangkan authority dari wewenang
akan memberikan suatu kekuasaan memerintah bagi pimpinan terhadap bawahan
tetapi ada kemungkinan terhadap semua perintah yang dikeluarkan belum tentu
dipatuhi.
2. Peranan Authority :
a.
Memberikan sesuatu kekuasaan memerintah bagi pimpinan terhadap bawahan
tetapi
ada kemungkinan terhadap semua perintah yang dikeluarkan belum tentu dipatuhi.
b. Melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan tertentu
sesuai kehendak
yang mempunyai kekuatan sehingga tujuan organisasi itu bisa
tercapai.
Catatan Rio Rizky
●●Gaya kepemimpinan, pada dasamya mengandung pengertian sebagai
suatu perwujudan tingkah laku dari seorang pemimpin, yang menyangkut kemampuannya
dalam memimpin. Perwujudan tersebut biasanya membentuk suatu pola atau bentuk
tertentu.
●●Davis dan Newstrom (1995) menyatakan bahwa pola tindakan
pemimpin secara keseluruhan seperti yang dipersepsikan atau diacu oleh bawahan
tersebut dikenal sebagai gaya
kepemimpinan.
Tiga Aliran Teori tentang Gaya Kepemimpinan
1. Teori Genetis (Keturunan)
2).Teori Sosial
3).Teod Ekologis
Teori Kepemimpinan
1. Genetis (Keturunan)
Inti dari teori menyatakan bahwa "Leader are born and nor
made" (pemimpin itu dilahirkan (bakat) bukannya dibuat).
Seorang pemimpin akan menjadi pemimpin karena ia telah dilahirkan
dengan bakat kepemimpinan. Dalam keadaan yang bagaimanapun seseorang
ditempatkan karena ia telah ditakdirkan menjadi pemimpin, sesekali kelak ia
akan timbul sebagai pemimpin.
2. Teori Kepemimpinan Sosiologis
Inti aliran teori sosial ini ialah bahwa "Leader are made
and not born" (pemimpin itu dibuat atau dididik bukannya kodrati).
●● Jadi teori ini merupakan
kebalikan inti teori genetika.
●● Para
penganut teori ini mengetengahkan pendapat yang mengatakan bahwa setiap orang
bisa menjadi pemimpin apabila diberikan pendidikan dan pengalaman yang cukup.
3. Teori Kepemimpinan Ekologis
Teori ekologis ini pada intinya berarti bahwa seseorang hanya
akan berhasil menjadi pemimpin yang baik apabila ia telah memiliki bakat
kepemimpinan.
●● Bakat tersebut kemudian
dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalaman yang memungkinkan
untuk dikembangkan lebih lanjut.
●● Teori ini menggabungkan
segi-segi positif dari kedua teori terdahulu sehingga dapat dikatakan merupakan
teori yang paling mendekati kebenaran.
Catatan Rio Rizky
Sifat-sifat kepemimpinan ( leader ), yang harus ditunjukan oleh
seorang pemimpin ( manajer ) yaitu mempunyai kelebihan, kemampuan dan tanggung
jawab.
1.
Kelebihan Kemampuan dan Kesanggupan ( Supervisory )
Bahwa,
Leadership harusla identik dengan dipunyainya kesanggupan ( ability ) untuk
menjelaskan sesuatu melebihi orang lain, dengan mana leader ( pemimpin )dapat
mempengaruhi segala kegiatan yang dilakukan dalam organisasi. Kesanggupan
adalah salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang leader
2.
Ketegasan ( Decisieniss
)
Mampu
memecahkan permasalahan dengan cakap dan tepat
3.
Kepercayaan Diri
Yaitu
kepercayaan diri yang didukung oleh kecerdasan, ilmu pengetahuan dan pengalaman
4.
Adanya Inisiatif
Dalam
berfikir jauh kedepan, selalu menginginkan kamajuan / cara – cara baru ( inovasi )
● Menurut Keith Davis,
mengisyaratkan tardapatkan 4 sifat – sifat utama yang harus dipunyai oleh
seorang pemimpin ( leadership ),
yaitu :
1. Adanya kecerdasan
2. Kedewasaan khusus
dalam wawasan hubungan sosial
3. Motivasi diri (
adanya dorongan untuk berprestasi )
4. Sikap – sikap
positef dalam hubungan atau human
relationship
● Beberapa Pendekatan (
Approach ) Kepemimpinan :
1. The Traitist Aproach
Yaitu
dengan mempelajari sifat – sifat dari seorang pemimpin yang ada ( mengidolakan
). Contoh : Nehru, Soekarno, Napoleon.
2. The Situationist
Aproach
Yaitu
menekankan tentang pentingnya analisa dari seorang leader adalah hubungannya
dengan keadaan atau situasitertentu yang sedang dihadapi “keadaanlah” yang akan
menimbulkan seorang pemimpin.
3. The Follower Aproach
Yaitu
dengan mempelajari kemampuan seseoranguntuk mempertahankan pengikut –
pengikutnya ( the follower ) sehingga orang tersebut dapat bertahan sebagai
pemimpin.
4. The Electric Aproach
Yaitu
pendekatan yang membahas pengertian leadership dalam arti keseluruhan (
mempelajari pendekatan yang ada)
Catatan Rio Rizky
Definisi
Kepemimpinan
Gany Yukl menyimpulkan definisi yang mewakili tentang
kepemimpinan antara lain sebagai berikut :
●●Kepemimpinan adalah perilaku
seorang individu yang memimpin aktifitas - akifitas suatu kelompok kesuatu
tujuan yang ingin dicapai bersama ( share
goal ) (Hemhill& Coons, 1957:7)
●●Kepemimpinan adalah
pengaruh antar pribadi yang dijalankan dalam suatu situasi tertentu, serta
diarahkan melalui proses komunikasi, kearah pencapaian satu atau beberapa
tujuan tertentu (Tannenbaum, Weschler & Massarik, 1961:24)
Unsur – Unsur Kepemimpinan
Unsur – unsur kepemimpinan
yaitu kepemimpinan menyangkut orang lain dimana wewenang ( power ) dan kepemimpinan menyangkut perintah.
1.
Kepemimpinan Masyarakat Orang Lain
Yaitu
orang lain atau bawahan atau pengikut yang secara sukarela menerima pengarahan
dari kepemimpinannya ( leader ) yang
sekaligus sebagai manajer ( pimpinan ). Tanpa adanya orang lain ( bawahan )
maka tidak ada kepemimpinan.
2.
Kepemimpinan Menyangkut Wewenang ( power )
Pemimpin
mempunyai wewenang untuk mengarahkan anggota kelompok yang dipimpinnya dengan
saran.
3.
Kepemimpinan Menyangkut Perintah
Perintah
harus dilaksanakan, akan tetapi pemimpin dapat melaksanakan fungsi
kepemimpinannya dengan cara mempengaruhi bawahan agar dapat melaksanakan
perintah.
Suatu
organisasi baik baik yang berorientasi kepada kepentingan sosial (Social Motives) maupun organisai yang
berorientasi kepada laba (Profit Motives) pasti mempunyai tujuan yang akan
dicapai, dimana penetapan tujuan tersebut lebih dahulu diformulasikan dalam
bentuk perencanaan yang matang.
Organisasi
Keberhasilan dalam mencapai tujuan tersebut identik dengan
keberhasilan organisasi dimasa depan. Keberhasilan masa depan dalam era
globalisasi,seperti yang terjadi di negara – negara maju terletak pada
kemampuan manajemen dalam mengelola organisasi, tingginya produktivitas,
kemampuan perusahaan dalam beradaptasi dengan lingkungan serta yang tak kalah
pentingnya dalam kemampuan dalam pengelolaan sumber daya manusia dengan cara
yang paling tepat.
Organisasi
Kesatuan sosial yang dirahkan dengan tujuan dan dibentuk dengan
penuh pertimbangan. Entitas sosial merupakan dua orang atau lebih, diarahkan
dengan tujuan (dirancacng untuk mencapai output tertentu).
Pentingnya Organisasi dan Manajemen Organisasi
└>Distrukturisasi dan diintegrasinya aktivitas maksudnya
orang – orang yang bekerja atau bekerja sama dalam hubungan interdependen.
Adapun Pengertian Organisasi
yaitu sebagi berikut :
1.
Kelompok manusia yang memiliki suatu tujuandan
berorientasi pada sasaran.
2.
Sistem – sistem psikososial,
dimana terlihat manusia bekerja dalam kelompok– kelompok
3.
Sistem – sistem teknologikal, dimana manusia
menggunakan pengetehuan – pengetahuan dan teknik.
4.
Suatu integrasi kegiatan – kegiatan yang terstruktur
dimana manusia bekerja sama.
Ditulis: Rio Rizky
Manajemen dilihat dari berbagai bidang yaitu sebagai
berikut :
1.
Manajemen Sebagai Seni
Menurut
G. R. Terry
Manajemen
merupakan “Art of Arts” karena ia mengorganisasikan dan memanfaatkan bakat –
bakat manusia.
Seni Manajemen mencakup upya membayangkan
suatu keseluruhan teratur dari bagian – bagian yang kacau dan kemudian visi
yang timbul dikomunikasikan dan kemudian tujuan diraih.
“Management is the art of securing maximum
result with minimum of efforts as to secure maximum prosperity and happinnes
for both employer and employee and give the public the best possible services”.
Manajemen adalah seni untuk mencapai hasil
maksimal dengan usaha minimal, demikian pula mencapai kesejahteraan dan
kebahagian maksimal bagi pimpinan maupun pekerja serta memberikan pelayanan
yang sebaik mungkin kepada masyarakat.
2.
Manajemen Sebagai Ilmu Pengetahan
Ilmu Pengetahuan : Mengajarkan
kita untuk memahami sesuatu.
Seni :
Mengajarkan kita bagaimana melakukan suatu hal.
Ilmu
Pengetahuan Manajemen mencakup pengembangan secara sistematik dan pengujian
teori berdasarkan atau berlandaskan pada observasi prilaku dan studi demikian menyebabkan
timbulnya suatu kelompok peng etauhan umum (A General Body of Knowladge).
Menurut Luther
Gullick mendefinisikan manajemen sebagai ilmu pengetahuan (science) yang
berusaha secara sistematik untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja
sama untuk mencapai tujuan dan membuat system kerja ini bermanfaat bagi
kemanusiaan, manajemen memerlukan disiplin ilmu pengetahuan lain dalam
penerapannya missal ilmu ekonomi, statistik, akuntansi dan sebagainya.
Manajemen Sebagai Suatu Seni Mempunyai Ciri - ciri :
Kesuksesan dalam mencapai tujuan sangat dipengaruhi dan
didukung oleh sifat – sifat dan bakat para manajer dalam proses pencapaian
tujuan seringkali melibatkan unsure naluri ( Instinct ), peresaan dan
intelektual dalam pelaksanaan kegiatan faktor yang cukup menentukan
keberhasilannya adalah kekuatan pribadi (Character) kreatif yang dimiliki.
→ Catatan: Manajemen dapat dikatakan sebagai ilmu yang cepat berkembang.
3. Manajemen Sebagai
Proses Kegiatan
“Management
is a distinct process consisting of planning, organizing, actuating,
controlling, utilizing in each both science and art and follow in order to
accomplish predetermined objectives”.
“Manajemen adalah proses yang khas terdiri dari tindakan
perencanaan,
pengorganisasian,
pelaksanaan dan pengendalian dimana dalam masing -masing bidang tersebut
digunakan ilmu pengetahuan dan keahlian yang diikuti secara berurutan dalam
usaha mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan”.
Management
will be defined as the application of planning, organizing, stafiing,
directing, and controlling functions in the most efficient manner possible to
accomplish objectives.
Manajemen
didetinisikan sebagai penggunaan perencanaan, pengorganisasian, pengedaan,
pengarahan, dan pengendalian dengan cara yang paling efisien untuk mencapai
tujuan.
4. Manajemen Sebagai
Profesi
Manajemen sebagai Profesi merupakan suatu bidang
pekerjaan yang dilakukan
oleh orang-orang yang memiliki keahlian dan keterampilan
sebagai kader,
pemimpin atau'manajer' pada suatu organisasi / perusahaan
tertentu. Profesi
manajer merupakan sebuah profesi atau jabatan spesifik dan
'prestigious'
sebagai 'decision
maker' yang dapat menentukan berkembangnya suatu
organisasi / perusahaan dimasa mendatang.
Menurut Edgar H. Schein
ada tiga macam
kualitas esensial yang berpendapat manajemen sebagai
profesi :
a.
Eksistensi sekelompok prinsip – prinsip umum yang
mengarahkan
pengambilan keputusan.
b.
Status dicapai melalui dan bukan favoritisme atau
mengunggulkan politik.
c.
Peran maneger dibimbing oleh kode etik yang berlaku.
Rio Rizky
Manajer adalah seorang
yang bekeria dengan memanfaatkan bantuan orang lain dengan cara
mengkoordinasikan kegiatan – kegiatan dan pekerjaan mereka guna mencapai
sasaran (objectives) dan tujuan (goals) dari suatu organisasilperusahan.
Peran Manajer adalah terjun
langsung dalam berbagai aktifitas operasional suatu organisasi perusahaan.
Tiga Kategori Peran Manajer :
1. Peran lnformasi Manajer
Menjelaskan
kegiatan untuk mempertahankan dan mengembangkan jaringan informasi.
Kategori Peran Informasi ialah :
a. Pengawasan
- Mencari dan menerima informasi
- Melihat singkat laporan
b. Penyebar luas
- Meneruskan informasi
kepada anggota organisasi
c. Juru bicara
- Menyampaikan informasi
kepada pihak luar
2. Peran Antar Pribadi
Kategori Peran Antar Pribadi ialah :
a. Sebagai figur
- Kegiatan ceremonial
b. Pemimpin
- Mengarahkan dan memberikan motovasi kepada
bawahan. Seperti : melatih,
membimbing
dan berkomunikasi
c. Sebagai penghubung
- Menjaga saluran
komunikasi, baik di dalam atau di luar organisasi
3. Peran Pengambilan Keputusan
: menentukan pilihan dan mengambil tindakan
Kategori Peran Pengambilan Keputusan ialah:
a. Wirausahawan
- Mewakili proyek perbaikan
- Mengidentifikasi
ide
b. Penyelesai masalah
- Mengambil
tindakan korektif selama terjadi krisis- Menyelesaikan konflik antar
bawahan
- Beradaptasi
dengan lingkungan
c. Pembagi sumber daya
- Memutuskan siapa yang memperoleh sumber daya
- Menentukan jadwal dan anggaran
- Menetapkan prioritas
d. Negosiator
- Mewakili departemen selama negosiasi,
koontrak kerja, penjualan, pembelian
dan
anggaran.
Peran (Roles)
Manajemen
- Interpersonal Roles adalah Peran manajerial yang melibatkan hubungan dengan pihak lain dan tugas yang bersifat seremonial atau simbolis.
- Informational Roles adalah peran manajerial yang meliputi menerima, mengumpulkan, dan menyebarkan informasi kepada seluruh anggota organisasi.
- Decisional Roles adalah peran manajerial yang berkisar seputar membuat pilihan dalam pemngambilan keputusan terhadap suatu permasalahan.