Catatan Rio
Wewenang
Wewenang – Pengambilan
Keputusan
Yakni menurunkan wewenang berdasarkan rantai komando
Pendelegasian Wewenang dan Komunikasi
1. Pendapat – pendapat ahli :
H. Koontz
Wewenang / Authority Kekuatan /
Kewajiban adalah kekuatan untuk
memerintah orang lain agar orang tersebut bersedia melaksanakan atau tidak
melaksanakan suatu kegiatan tertentu sesuai kehendak yang mempunyai kekuatan
sehingga tujuan organisasi itu bisa tercapai.
A. Simon
Menekankan pada masalah pengambilan
keputusan dimana wewenang adalah kekuasaan untuk membuat keputusan yang dapat
mengendalikan tindakan – tindakan orang lain. Sedangkan authority dari wewenang
akan memberikan suatu kekuasaan memerintah bagi pimpinan terhadap bawahan
tetapi ada kemungkinan terhadap semua perintah yang dikeluarkan belum tentu
dipatuhi.
2. Peranan Authority :
a.
Memberikan sesuatu kekuasaan memerintah bagi pimpinan terhadap bawahan
tetapi
ada kemungkinan terhadap semua perintah yang dikeluarkan belum tentu dipatuhi.
b. Melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan tertentu
sesuai kehendak
yang mempunyai kekuatan sehingga tujuan organisasi itu bisa
tercapai.
Catatan Rio
●●Suatu persyaratan penting bagi efektivitas atau kesuksesan
pemimpin (kepemimpinan) dan manajer (manajemen) dalam mengemban peran, tugas,
fungsi, atau pun tanggung jawabnya masing-masing adalah kompetensi.
●●Konsep mengenai kompetensi untuk pertamakalinya dipopulerkan
oleh Boyatzis (1982) yang didefinisikan kompetensi sebagai "kemampuan yang
dimiliki seseorang yang nampak pada sikapnya yang sesuai dengan kebutuhan kerja
dalam parameter lingkungan organisasi dan memberikan hasil yang
diinginkan".
Catatan Rio
●●Model Kepemimpinan Kontingensi. Model kepemimpinan kontingensi dikembangkan oleh Fielder. Fielder dalam Gibson, lvancevich dan Donnelly (1995) berpendapat bahwa gaya kepemimpinan yang paling sesuai bagi sebuah organisasi bergantung pada situasi di mana pemimpin bekerja.
●●Model Kepemimpinan Kontingensi. Model kepemimpinan kontingensi dikembangkan oleh Fielder. Fielder dalam Gibson, lvancevich dan Donnelly (1995) berpendapat bahwa gaya kepemimpinan yang paling sesuai bagi sebuah organisasi bergantung pada situasi di mana pemimpin bekerja.
●●Menurut model kepemimpinan ini, terdapat tiga variable utama
yang cenderung menentukan apakah situasi menguntungkan bagi pemimpin atau
tidak. Ketiga variable utama tersebut adalah :
1. Hubungan pribadi pemimpin dengan para anggota
kelompok (hubungan
pemimpin - anggota);
2. Kadar struktur tugas yang ditugaskan kepada kelompok untuk
dilaksanakan
(struktur tugas);
3. Kekuasaan dan kewenangan posisi yang dimiliki
(kuasa posisi).
Catatan Rio Rizky
Tipe Dan Gaya Kepemimpinan:
1. Otoriter / Authoritarian
2. Militeristik
3. Paternalistis
4. Kharismatis
5. Demokratis
1. Gaya
Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian
●●Adapun ciri – ciri dari
kepemimpinan Otoriter atau diktator sebagai berikut :
1.
Mendasarkan diri pada kekuasaan dan kepaksaan mutlak
yang harus dipatuhi
2.
Pemimpin selalu berperan pemain tunggal
3.
Berambisi untuk merajai situasi
4.
Setiap perintah / kebijakan selalu ditetapkan sendiri
5.
Bahan tidak pernah diberi informasi tentang rencana dan
tindakan yang akan dilakukan
6.
Semua pujian terhadap anak buah diberikan atas
pertimbangan pribadi
7.
Adanya sikap diktator
8.
Selalu ingin berkuasa secara absolute atau mutlak
9.
Sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno dan kaku
10. Pemimpin
ini akan bersikap baik pada bawahannya jika mereka patuh.
●●Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala
keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala
pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter
tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
2. Gaya
Kepemimpinan Militeristik
●●Seorang
pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki
sifat-sifat berikut:
− Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang
lebih sering dipergunakan;
− Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada
pangkat dan jabatannya;
− Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan;
− Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari
bawahan;
− Sukar menerima kritikan dari bawahannya;
− Menggemari upacara - upacara untuk berbagai
keadaan.
3. Gaya
Kepemimpinan Patemalistik
●●Seorang pemimpin yang tergolong sebagai
pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut:
− Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak
dewasa;
− Bersikap terlalu melindungi (overly protective);
− Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya
untuk mengambil keputusan;
− Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya
untuk mengambil inisiatif;
− Jarang memberikan kesempatian kepada bawahannya
untuk mengembangkan daya
kreasi dan
fantasinya; dan sering bersikap maha tahu.
4. Gaya
Kepemimpinan Kharismatik
●●Dimana tipe kepemimpinan ini memiliki kekuatan energi, daya
tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain sehingga ia
mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal yang bisa
dipercaya. Kepemimpina karismatik dianggap memiliki kekuatan gaib (
supranatural ) sebagai karunia Yang Maha Esa. Kepemimpinan yang karismatik
memiliki inspirasi, keberanian, dan keyakinan teguh pada pendirian sendiri.
Totalitas kepemimpinan karismatik memancarkan
pengaruh daya tarik yang sangat besar.
●●Hingga
sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab - sebab mengapa seseorang
pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian
mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai
pengikut yang jumlahnya yang sangat besar, meskipun para pengikut itu sering
pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu.
●●Karena
kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang
karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi
dengan kekuatan gaib (supra natural power). Kekayaan, umur, kesehatan, profil
tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma.
5. Gaya
Kepemimpinan Demokratis
●●Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara
luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan
bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin
memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
●●Senang menerima saran, pendapat dan bahkan kritik dari
bawahannya; selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha
mencapai tujuan; ikhlas memberikan kebebasan yang seluas - luasnya kepada
bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu
tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat
kesalahan yang lain; selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses
daripadanya; dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai
pemimpin.
Catatan Rio Rizky
Sifat-sifat kepemimpinan ( leader ), yang harus ditunjukan oleh
seorang pemimpin ( manajer ) yaitu mempunyai kelebihan, kemampuan dan tanggung
jawab.
1.
Kelebihan Kemampuan dan Kesanggupan ( Supervisory )
Bahwa,
Leadership harusla identik dengan dipunyainya kesanggupan ( ability ) untuk
menjelaskan sesuatu melebihi orang lain, dengan mana leader ( pemimpin )dapat
mempengaruhi segala kegiatan yang dilakukan dalam organisasi. Kesanggupan
adalah salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang leader
2.
Ketegasan ( Decisieniss
)
Mampu
memecahkan permasalahan dengan cakap dan tepat
3.
Kepercayaan Diri
Yaitu
kepercayaan diri yang didukung oleh kecerdasan, ilmu pengetahuan dan pengalaman
4.
Adanya Inisiatif
Dalam
berfikir jauh kedepan, selalu menginginkan kamajuan / cara – cara baru ( inovasi )
● Menurut Keith Davis,
mengisyaratkan tardapatkan 4 sifat – sifat utama yang harus dipunyai oleh
seorang pemimpin ( leadership ),
yaitu :
1. Adanya kecerdasan
2. Kedewasaan khusus
dalam wawasan hubungan sosial
3. Motivasi diri (
adanya dorongan untuk berprestasi )
4. Sikap – sikap
positef dalam hubungan atau human
relationship
● Beberapa Pendekatan (
Approach ) Kepemimpinan :
1. The Traitist Aproach
Yaitu
dengan mempelajari sifat – sifat dari seorang pemimpin yang ada ( mengidolakan
). Contoh : Nehru, Soekarno, Napoleon.
2. The Situationist
Aproach
Yaitu
menekankan tentang pentingnya analisa dari seorang leader adalah hubungannya
dengan keadaan atau situasitertentu yang sedang dihadapi “keadaanlah” yang akan
menimbulkan seorang pemimpin.
3. The Follower Aproach
Yaitu
dengan mempelajari kemampuan seseoranguntuk mempertahankan pengikut –
pengikutnya ( the follower ) sehingga orang tersebut dapat bertahan sebagai
pemimpin.
4. The Electric Aproach
Yaitu
pendekatan yang membahas pengertian leadership dalam arti keseluruhan (
mempelajari pendekatan yang ada)
Catatan Rio Rizky
Definisi
Kepemimpinan
Gany Yukl menyimpulkan definisi yang mewakili tentang
kepemimpinan antara lain sebagai berikut :
●●Kepemimpinan adalah perilaku
seorang individu yang memimpin aktifitas - akifitas suatu kelompok kesuatu
tujuan yang ingin dicapai bersama ( share
goal ) (Hemhill& Coons, 1957:7)
●●Kepemimpinan adalah
pengaruh antar pribadi yang dijalankan dalam suatu situasi tertentu, serta
diarahkan melalui proses komunikasi, kearah pencapaian satu atau beberapa
tujuan tertentu (Tannenbaum, Weschler & Massarik, 1961:24)
Unsur – Unsur Kepemimpinan
Unsur – unsur kepemimpinan
yaitu kepemimpinan menyangkut orang lain dimana wewenang ( power ) dan kepemimpinan menyangkut perintah.
1.
Kepemimpinan Masyarakat Orang Lain
Yaitu
orang lain atau bawahan atau pengikut yang secara sukarela menerima pengarahan
dari kepemimpinannya ( leader ) yang
sekaligus sebagai manajer ( pimpinan ). Tanpa adanya orang lain ( bawahan )
maka tidak ada kepemimpinan.
2.
Kepemimpinan Menyangkut Wewenang ( power )
Pemimpin
mempunyai wewenang untuk mengarahkan anggota kelompok yang dipimpinnya dengan
saran.
3.
Kepemimpinan Menyangkut Perintah
Perintah
harus dilaksanakan, akan tetapi pemimpin dapat melaksanakan fungsi
kepemimpinannya dengan cara mempengaruhi bawahan agar dapat melaksanakan
perintah.