• Tentang Kami
  • Kontak
  • Daftar Pustaka
  • Berlangganan Artikel

  • Home
  • Keterampilan
  • Resep masakan dan Kue
  • Kesehatan
  • Cantik
  • Tips Pintar
  • Komputer dan Internet
  • Pengetahuan dan Informasi
Showing posts with label Kepemimpinan. Show all posts
Catatan Rio

Wewenang
Wewenang – Pengambilan Keputusan
    Yakni menurunkan wewenang berdasarkan rantai komando

Pendelegasian Wewenang dan Komunikasi
1. Pendapat – pendapat ahli :
    H. Koontz
        Wewenang / Authority Kekuatan / Kewajiban adalah  kekuatan untuk memerintah orang lain agar orang tersebut bersedia melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan tertentu sesuai kehendak yang mempunyai kekuatan sehingga tujuan organisasi itu bisa tercapai.

    A. Simon
        Menekankan pada masalah pengambilan keputusan dimana wewenang adalah kekuasaan untuk membuat keputusan yang dapat mengendalikan tindakan – tindakan orang lain. Sedangkan authority dari wewenang akan memberikan suatu kekuasaan memerintah bagi pimpinan terhadap bawahan tetapi ada kemungkinan terhadap semua perintah yang dikeluarkan belum tentu dipatuhi.

2. Peranan Authority :
a. Memberikan sesuatu kekuasaan memerintah bagi pimpinan terhadap bawahan
tetapi ada kemungkinan terhadap semua perintah yang dikeluarkan belum tentu dipatuhi.
    b. Melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan tertentu sesuai kehendak
        yang mempunyai kekuatan sehingga tujuan organisasi itu bisa tercapai.
Catatan Rio

    ●●Suatu persyaratan penting bagi efektivitas atau kesuksesan pemimpin (kepemimpinan) dan manajer (manajemen) dalam mengemban peran, tugas, fungsi, atau pun tanggung jawabnya masing-masing adalah kompetensi.
    ●●Konsep mengenai kompetensi untuk pertamakalinya dipopulerkan oleh Boyatzis (1982) yang didefinisikan kompetensi sebagai "kemampuan yang dimiliki seseorang yang nampak pada sikapnya yang sesuai dengan kebutuhan kerja dalam parameter lingkungan organisasi dan memberikan hasil yang diinginkan".
Catatan Rio

   ●●Model Kepemimpinan Kontingensi. Model kepemimpinan kontingensi dikembangkan oleh Fielder. Fielder dalam Gibson, lvancevich dan Donnelly (1995) berpendapat bahwa gaya kepemimpinan yang paling sesuai bagi sebuah organisasi bergantung pada situasi di mana pemimpin bekerja.
    ●●Menurut model kepemimpinan ini, terdapat tiga variable utama yang cenderung menentukan apakah situasi menguntungkan bagi pemimpin atau tidak. Ketiga variable utama tersebut adalah :
1.  Hubungan pribadi pemimpin dengan para anggota kelompok (hubungan
     pemimpin - anggota);
    2. Kadar struktur tugas yang ditugaskan kepada kelompok untuk dilaksanakan
    (struktur tugas);
3.  Kekuasaan dan kewenangan posisi yang dimiliki (kuasa posisi).
Catatan Rio Rizky

Tipe Dan Gaya Kepemimpinan:
1. Otoriter / Authoritarian
2. Militeristik
3. Paternalistis
4. Kharismatis
5. Demokratis

1. Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian
     ●●Adapun ciri – ciri dari kepemimpinan Otoriter atau diktator sebagai berikut :
1.      Mendasarkan diri pada kekuasaan dan kepaksaan mutlak yang harus dipatuhi
2.      Pemimpin selalu berperan pemain tunggal
3.      Berambisi untuk merajai situasi
4.      Setiap perintah / kebijakan selalu ditetapkan sendiri
5.      Bahan tidak pernah diberi informasi tentang rencana dan tindakan yang akan dilakukan
6.      Semua pujian terhadap anak buah diberikan atas pertimbangan pribadi
7.      Adanya sikap diktator
8.      Selalu ingin berkuasa secara absolute atau mutlak
9.      Sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno dan kaku
10.  Pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahannya jika mereka patuh.

      ●●Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.

 2. Gaya Kepemimpinan Militeristik
     ●●Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut:
− Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan;
− Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya;
− Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan;
− Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan;
− Sukar menerima kritikan dari bawahannya;
− Menggemari upacara - upacara untuk berbagai keadaan.

 3. Gaya Kepemimpinan Patemalistik
     ●●Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut:
− Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa;
− Bersikap terlalu melindungi (overly protective);
− Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan;
− Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif;
− Jarang memberikan kesempatian kepada bawahannya untuk mengembangkan daya
   kreasi dan fantasinya; dan sering bersikap maha tahu.
 
4. Gaya Kepemimpinan Kharismatik
     ●●Dimana tipe kepemimpinan ini memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal yang bisa dipercaya. Kepemimpina karismatik dianggap memiliki kekuatan gaib ( supranatural ) sebagai karunia Yang Maha Esa. Kepemimpinan yang karismatik memiliki inspirasi, keberanian, dan keyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas kepemimpinan karismatik  memancarkan pengaruh daya tarik yang sangat besar.
    ●●Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab - sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya yang sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu.
     ●●Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural power). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma.

 5. Gaya Kepemimpinan Demokratis
     ●●Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
     ●●Senang menerima saran, pendapat dan bahkan kritik dari bawahannya; selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan; ikhlas memberikan kebebasan yang seluas - luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain; selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya; dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

Catatan Rio Rizky

Sifat-sifat kepemimpinan ( leader ), yang harus ditunjukan oleh seorang pemimpin ( manajer ) yaitu mempunyai kelebihan, kemampuan dan tanggung jawab.
1.      Kelebihan Kemampuan dan Kesanggupan ( Supervisory )
Bahwa, Leadership harusla identik dengan dipunyainya kesanggupan ( ability ) untuk menjelaskan sesuatu melebihi orang lain, dengan mana leader ( pemimpin )dapat mempengaruhi segala kegiatan yang dilakukan dalam organisasi. Kesanggupan adalah salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang leader
2.      Ketegasan ( Decisieniss )
Mampu memecahkan permasalahan dengan cakap dan tepat
3.      Kepercayaan Diri
Yaitu kepercayaan diri yang didukung oleh kecerdasan, ilmu pengetahuan dan pengalaman
4.      Adanya Inisiatif
Dalam berfikir jauh kedepan, selalu menginginkan kamajuan / cara – cara baru ( inovasi )

● Menurut Keith Davis, mengisyaratkan tardapatkan 4 sifat – sifat utama yang harus dipunyai oleh seorang pemimpin ( leadership ), yaitu :
      1.   Adanya kecerdasan
      2.   Kedewasaan khusus dalam wawasan hubungan sosial
      3.   Motivasi diri ( adanya dorongan untuk berprestasi )
      4.   Sikap – sikap positef dalam hubungan atau human relationship

● Beberapa Pendekatan ( Approach ) Kepemimpinan :

      1.   The Traitist Aproach
Yaitu dengan mempelajari sifat – sifat dari seorang pemimpin yang ada ( mengidolakan ). Contoh : Nehru, Soekarno, Napoleon.

      2.   The Situationist Aproach
Yaitu menekankan tentang pentingnya analisa dari seorang leader adalah hubungannya dengan keadaan atau situasitertentu yang sedang dihadapi “keadaanlah” yang akan menimbulkan seorang pemimpin.

      3.   The Follower Aproach
Yaitu dengan mempelajari kemampuan seseoranguntuk mempertahankan pengikut – pengikutnya ( the follower ) sehingga orang tersebut dapat bertahan sebagai pemimpin.

      4.   The Electric Aproach
Yaitu pendekatan yang membahas pengertian leadership dalam arti keseluruhan ( mempelajari pendekatan yang ada)

Catatan Rio Rizky

Definisi Kepemimpinan
Gany Yukl menyimpulkan definisi yang mewakili tentang kepemimpinan antara lain sebagai berikut :
      ●●Kepemimpinan adalah perilaku seorang individu yang memimpin aktifitas - akifitas suatu kelompok kesuatu tujuan yang ingin dicapai bersama ( share goal ) (Hemhill& Coons, 1957:7)
      ●●Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi yang dijalankan dalam suatu situasi tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi, kearah pencapaian satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannenbaum, Weschler & Massarik, 1961:24)
  
Unsur – Unsur Kepemimpinan

Unsur – unsur kepemimpinan yaitu kepemimpinan menyangkut orang lain dimana wewenang ( power ) dan kepemimpinan menyangkut perintah.
1.      Kepemimpinan Masyarakat Orang Lain
Yaitu orang lain atau bawahan atau pengikut yang secara sukarela menerima pengarahan dari kepemimpinannya ( leader ) yang sekaligus sebagai manajer ( pimpinan ). Tanpa adanya orang lain ( bawahan ) maka tidak ada kepemimpinan.
2.      Kepemimpinan Menyangkut Wewenang ( power )
Pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan anggota kelompok yang dipimpinnya dengan saran.
3.      Kepemimpinan Menyangkut Perintah
Perintah harus dilaksanakan, akan tetapi pemimpin dapat melaksanakan fungsi kepemimpinannya dengan cara mempengaruhi bawahan agar dapat melaksanakan perintah.
Older Posts Home
#Info : Percetakan Palembang
  • membuat kotak kado bentuk hati
    Alat dan bahan : • Kertas hard board • Kertas concorde • Kertas kado • Lem putih • Lem tembak • Selotip • Pita • Gunting • Cutter ...
  • Negara dan Konstitusi
    Penulis : Rio Rizky Secara umum negara dan konstitusi merupakan dua lembaga yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Bahkan, setelah aba...
  • Keterampilan - Membuat kotak cincin
    Alat dan bahan : • Kertas hardboard • Kertas concorde atau kertas HVS • Kertas warna coklat • Lem putih • Lem tembak • Selotip • Bu...
  • Membuat kotak kado segi empat
    Alat dan bahan : • Kertas hardboard • Kertas concorde • Kertas warna • Lem putih • Lem tembak • Selotip • Double tape • C...
  • Membuat Antaran Pengantin - Cara Membuat Cumi - cumi dari Pakaian Dalam
        Bahan: • Lingerie (Pakaian dalam wanita) • Jarum pentul • Pita • Mata boneka dan plastik • Kain felt untuk hidung Cara membentuk...
  • Membuat kotak kemasan buku
    Alat dan bahan : • Kertas hardboard • Kertas warna, 2 warna berbeda • Lem putih • Lem tembak • Selotip • Gunting • Cutter • Pita ...
  • membuat kotak wadah pensil
    Alat dan bahan : • Kertas hardboard • Kertas concorde hitam • Kertas warna • Lem putih • Lem tembak • Selotip besar • Gunting • Cutt...
  • Perusahaan Dagang
    Ditulis Oleh: Rio Rizky Pengertian Perusahaan Dagang Perusahaan Dagang adalah perusahaan yang bergerak dibidang membeli dan menjual bar...
  • Membuat kotak kebaya
    Alat dan bahan : • Kertas hardboard • Kertas concorde atau kertas HVS • Kertas warna emas • Lem putih • Lem tembak • Double tape • Se...
  • Membuat kotak kado bertali
    Alat dan bahan : • Kertas hardboard • Kertas HVS • Kertas warna pink • Lem putih • Lem tembak • Selotip besar • Tali ...
2010 Sejuta Tutorial. All rights reserved.
Designed by Huy Dinh Quang